Selasa, 03 Februari 2009

Teropong Bintang ke dua di Indonesia






Waktu itu sehabis pelatihan training selesai, aku di ajakin salah satu Staf ahli BRR: Pak Ramoni (di foto sebelah kananku) untuk melihat planetarium di daerah Lhoknga, Kab. Aceh Besar. Tempatnya cukup dekat jika ditempuh dari Banda Aceh, kira-kira 45 menit dari Kota Banda Aceh.

Pak Ramoni bercerita, "Ini planetarium terbaru ke dua di Indonesia, karena yang satunya baru ada ada di Lembang, yang sering kita kenal dengan Teropong Bintang Bosa"

Aku berpikir, apa ia benar ada bosa kedua di Aceh, lalu aku mulai bertanya layaknya wartawan ke Bapak yang cukup ramah ini.

Ternyata selama perjalanan menuju planetorium itu aku mendapat informasi kalau Bangunan Planetarium itu dibangun dengan tujuan memfasilitasi masyarakat Aceh dalam menentukan tanggal Arab yang diperhitungkan dari pergeseran bintang dan ras-ras nya, dan di fasilitasi oleh BRR.

Sebelum pembangunan kawasan itu dilaksanakan, ternyata banyak komflik yang timbul, bahkan hingga menimbulkan kerusuhan, tapi syukurlah semua masih bisa di atasi.

Kawasan itu terdiri dari 1 bangunan gedung, beberapa teropong bintang dan kawasan halaman yang luas. Menurut informasi dari PakRamoni, teropong-teropong bintang itu langsung di datangkan dari Jepang, dan merupakan teropong paling canggih dengan teknologi tinggi (dibandingkan dengan teropong bintang di Bosa) di Indonesia.

Seperti anak kecil melihat mainan baru, saya langsung takjub melihat kecanggihan alat-alat tersebut. Kita bisa melihat dengan jelas bentuk bintang yang sedang ada di langit dan mereka membenruk ras-ras bintang yang berbeda-beda setiap malam nya.

Di dalam bangunan gedung itu juga banyak menampilkan foto-foto bentuk bintang yang sedang bersinar dan bentuknya bagus sekali. Ternyata menurut ilmu astronomi, bintang juga sama seperti manusia, dia bisa lahir dan mati. Berdasarkan ciri dan bentukannya, bintang juga dikelompokkan sehingga dianggap menjadi satu ras atau satu orang tua.

Untuk kedepannya, kawasan planetorium itu akan digunakan sebagai pusat studi pengembangan pembelajaran astronomi bagi mahasiswa ataupun kalangan umum yang tertarik untuk mempelajari astronomi lebih lanjut. Kalangan umum juga diperbolehkan mengunjungi tempat ini, dengan aturan-aturan yang disusun sehingga anak kecil hingga orang dewasa dapat merasa akrab dengan dunia angkasa dan mengetahui kehidupan dunia angkasa walaupun berjarak dari bumi.

Jika dipikir-pikir, sungguh beruntung masyarakat Aceh mendapat fasilitas ini, tidak semua daerah di Indonesia yang terpilih mendapat "rejeki" seperti ini. Semoga saja "rejeki" ini bisa di manfaatkan maksimal oleh masyarakat sekitar. Mungkin dengan perawatan dan metode penggunaan bisa dikoordinir lebih simpel, sehingga masyarakat tertarik menggeluti dunia astronomi ini.

Tapi sepertinya, tidak banyak orang, khususnya di Aceh yang tidak mengetahui tempat ini, mungkin sosialisasi seperti Iklan Lokasi Hiburan, penting dilakukan untuk memberikan informasi tentang keberadaan Planetarium ini.

Sekedar informasi, Planetarium ini dekat dengan Pantai Lhoknga, jadi kalau ingin berkunjung ke daerah ini, bisa sekaligus menikmati keindahan Pantai Lhoknga, atau sebaliknya juga.

Untuk tampilan beberapa foto, bisa dilihat di blog ini....

Silahkan berkunjung ya..

Thanx to Pak Ramoni, untuk invite me.... "_"







1 komentar:

Unknown mengatakan...

Hmmm... pastinya gua mau liat tuh bosa ke-dua
secara bosa pertama juga gua belum pernah liat... hihihiihi
enak yah lu ka jadi banyak pengalaman...