Senin, 18 Januari 2010

Aku bingung menulis apa.

Rasanya sudah lama aku tidak menulis di blog ini.
Aku lupa tepatnya kapan. Kadang aku mengintip sebentar, lalu mengopikan lirik lagu yang sedang aku senangi waktu itu.
Sebenernya aku tidak punya bakat menulis, tapi entah kenapa dengan menulis, aku bisa menuangkan seluruh perasaan emosi, seneng, sedih. Mungkin cuma layar komputer dan keyboard ini yang setia menampung keluh kesahku setiap hari.

Beberapa bulan terakhir, aku benar-benar di sibukkan dengan beberapa pekerjaan di kantor. Kantorku cukup pintar dalam memilih strategi kerja, atau lebih tepatnya cerdas. Cerdas berbeda tipis dengan licik. Kalau dilihat secara job description, seseorang itu hanya bekerja untuk satu divisi. begitu juga dengan saya. Di saat interview, saya di minta untuk membantu satu divisi saja. Tapi ternyata setelah saya masuk dan menandatangani kontrak, saya di minta membantu satu divisi lagi. OMG, saya sedikit kewalahan sewaktu di awal. Dan semakin kewalahan di saat akhir. Yang lebih pintar nya lagi. Kontrak untuk beberapa karyawan diperpanjang per 3 bulan sekali, jadi yang ada di pikiran saya waktu itu, untuk apa meminta Rest & Relax (istirahat mendapat tiket Pulang-Pergi daerah asal selama 3 bulan sekali). Karena kontrak saya hanya 3 bulan, saya pikir untuk apa meminta pengajuan R&R? tapi ternyata kontrak saya di perpanjang trus. Dan untuk memperjuangkan nya lagi, saya sedikit malas berurusan dengan tim management administrasi yang berbelit-belit.

Di saat-saat akhir seperti sekarang, saya sedikit kewalahan. Atau mungkin terlalu kewalahan. Kadang saya bingung untuk memulai bagian mana dulu. Ada penambahan tenaga kerja 1 orang. Cukup membantu untuk pekerjaan laporan 1 divisi. Tapi untuk pekerjaan monitoring, tetap saya yang harus campur tangan, di tambah lagi dengan Laporan Akhir untuk divisi tersebut.

Karena sudah terlanjur membantu pekerjaan teman, saya ikut membantu sebuah rencana di sebuah kota. Cukup menyita waktu juga. Apalagi jika tigas itu harus selesai berbarengan dengan tugas kantor saya yang harus selesai dalam waktu yang sama.
Pernah, saya sampai tidak tau harus menulis apa, karena di otak saya rasanya sudah berkeliaran semua bahan, tapi saya bingung hendak menulis apa. Dan memulai yang mana terlebih dahulu. Sering saya membutuhkan pemanasan otak 1 hari penuh untuk kembali normal bisa mengeluarkan ide-ide dalam satu pekerjaan.

Memang kebanyakan pekerjaan saya membutuhkan ide-ide yang radikal, bukan khayalan. Saya dianggap sebagai planner untuk pengembangan kota dari salah satu universitas ternama di Indonesia. Jujur saja, itu bukan beban yang ringan. Kalau saya sembarangan dalam mengeluarkan ide, yang akan di cap jelek dan lebh di ingat orang adalah nama Universitas yang sudah meluluskan saya. Atau mungkin saya sedikit berlebihan. Tapi itu kenyataan.

Sekarang ini, saya sedang berusaha membentuk sebuah komunitas lingkungan. Nama nya GreenToast. Kata pacar saya, nama itu terlalu kebarat-baratan. Tapi saya suka dengan nama itu. Lebih mengacu kepada gaya hidup untuk tetap hijau. Saya juga tidak tau sejak kapan saya suka berbicara atau mencari tau tentang lingkungan. Tapi entah kenapa saya suka prihatin melihat keadaan Indonesia ataupun dunia jika ada bencana alam terjadi, seperti banjir, gempa, longsor atau bencana lainnya.

Kalau ada yang menjawab, "Itu kan ujian dari Tuhan". Saya langsung bersorak. Bukan.
Di dalam pemikiran saya, bencana itu jangan di lihat dari sisi agama. menurut agama saya, hubungan dengan Tuhan itu bersifat personal, bukan majemuk. Saya melihat bencana terjadi pasti bersumber dari satu masalah. Mungkin ada beberapa bencana yang tidak bisa kita prediksi. Seperti pergeseran lempeng bumi yang mengakibatkan gempa atau tsunami.

Tapi kebanyakan bencana alam yang terjadi merupakan ulah dari diri kita sendiri. Seperti banjir akibat air yang tidak mengalir karena tersumbat oleh sampah. Sampah itu berasal dari diri kita sendiri. Cuaca tidak menentu karena lapisan ozon bumi yang semakin menipis akibat pemanasan global dari kegiatan industri atau kegiatan lainnya yang mengeluarkan CO2 ke udara sehingga semakin menambah panas bumi. Itu semua ulah kita.

Sekarang ini, semakin banyak komunitas-komunitas lingkungan yang masing-masing membentuk visi dan misi namun tetap pada satu tujuan untuk melestarikan lingkungan hijau di sekitar kita. Mungkin saya dan beberapa teman lainnya nanti akan menjadi salah satu dari komunitas itu.

Saya juga senang traveling ke berbagai tempat, berjalan kaki itu favorit saya. Walaupun saya tidak bisa berjalan cepat, tapi saya suka berjalan kaki menikmati pemandangan di sekeliling, walaupun saya sudah sering melewati nya dengan menggunakan kendaraan. Tapi rasanya dengan berjalan kaki lebih bisa menikmati suasana di bandingkan menggunakan kendaraan.

Saya suka film. Saya suka musik. Bekerja tanpa mendengarkan musik rasanya hampa.

Dari semua hal yang menyita waktu, rasanya saya mampu melakukan semua kegiatan di atas. tapi ternyata otak saya punya kapasitas tertentu. Kalau di runut berdasarkan wkatu, saya bisa saja membagi waktu untuk melakukan aktivitas di atas. Tapi ternyata, otak saya tidak mampu di balik-balik kan sesuka hati.

Kalau sudah menjelang malam, jika seharian saya berkutat di kantor, terkadang saya tak mampu lagi bekerja pada malam hari, walaupun itu dilakukan di rumah, karena bisa di barengi istirahat sejenak. Tapi ternyata tidak bisa. Saya menyerah untuk melakukan semua nya sekaligus.

Jadi saya melakukan berdasarkan deadline. Dan kalian pasti pernah dengar kata "The idea will come on kepepet time". Ya ia, di saat kepepet ide saya datang bermunculan walupun badan sudah sangat lelah. Atau ada yang namanya "Power of Kepepet". Jika waktu nya sudah harus mengumpulkn tugas, seluruh tenaga rasanya tidak ada habis nya. Tapi setelah semua nya selesai, baru kerasa capek di setiap tulang-tulang badan.

Mungkin setiap orang juga pernah merasakan apa yang saya rasakan. Begitu juga, saya yakin masih banyak orang di luar sana yang memiliki segudang aktifitas, berharap 1 hari =48 jam. Tapi, tenang saja, selama kita mengatakan, saya masih punya waktu untuk beristirahat, bersenang-seneng dan berjalan-jalan walaupun pekerjaan tidak akan ada habisnya, Saya yakin semua masih bisa di nikmati. Selama keyakinan itu masih ada.

Percayalah pada saya.

Cheers.

Tidak ada komentar: